"KATAMU: SAYANG"
Katamu: sayang. Aneh, mengapa setelah itu aku belajar membedakan air mata dan darah. Kupikir kasih adalah tempat pulang. Ternyata, ada rumah yang membuat penghuninya berjalan tanpa suara. Aku sempat menutup semua jendela membiarkan dunia kehabisan jalan masuk. Tapi manusia tidak dibuat untuk sepi. Aku tetap membuka sedikit celah, meski tahu angin kadang datang hanya untuk merusak Lalu ketika aku jatuh, kau berdiri cukup jauh untuk melihat dan cukup dekat untuk tidak menolong. Hari itu aku tidak mati, Aku hanya berhenti menunggu, Dan sejak itu aku belajar: pergi juga bentuk lain dari menyelamatkan diri. ...

Bukan dibuang, bahasa halusnya terkadang kita telah kekurangan makna untuk tetap berada di tempat itu, atau mereka berhenti tahu bagaimana caranya memahami.
ReplyDeleteWOWOWOOWWOOWW BAGUS BGTTTT.. lalu bagaimana dengan rasa yang ia picu, adakah getaran itu dalam sukacita?
ReplyDeleteKarena barang yang terbuang akan bermanfaat ditangan yang tepat. Dan tidak semua barang yang dibuang itu selamanya buruk, justru ada hal yang masih bisa diperbaiki di dalamnya.
ReplyDeleteyup pepatah lama
Delete