Perhiasan Paling Indah Itu Menghancurkanku

                                     


 

"Tidak semua yang indah, pantas dibiarkan tinggal" 

Egois.
Perhiasan ntuk keadaan,
kelakuan, bahkan perasaan.
Namun, cocok dipasang di mana?

Permukaan yang awalnya bersih,
pelan tapi pasti
mulai menghitam.

Keahlian penciptanya
perlahan hilang pada tekstur.
Jutaan warna-warni
enggan tinggal,
seolah wabah datang menyentuh semuanya.

Kucoba memasangnya pada kelakuan
Terdengar suara sedih
yang sangat menyakitkan, memilukan

Keadaan dan perasaan membencinya,
mengusirnya
bagaikan penyakit mengerikan.

Tawa
yang dulu selalu terlukis di bibir,
kini tertahan,
digantikan kuatnya sinis.

Namun perasaan
lebih mengenaskan.
Ia merasakan semuanya.

Mulai dari kesedihan mendalam,
kehilangan warna,
hingga tanpa sadar
menjadi akar dari sinis itu sendiri.

Penyebab hilangnya tekstur.
Penyebab datangnya hitam
pada keadaan.

Ia menjerit sangat keras—
begitu keras
hingga gendang telinga
terasa terkoyak.

Semakin lama,
kekuatannya menghilang.
Cahaya yang ada
tak mampu menembus.

Oksigen
seolah enggan datang.

Dan perlahan,
semuanya mulai menjadi abu.

Lekas kutarik.
Pelan, namun pasti.

Semua perkakas
kembali ke asalnya,
meski membutuhkan waktu lama.

Lalu kuputuskan
membuangnya jauh.
Meski terkadang
perhiasan itu terlihat indah—

ternyata,
yang dibawanya
hanyalah kesengsaraan.


Menurutmu, 
egois selalu buruk,
atau terkadang memang "dibutuhkan"? 

Kalau egois itu buruk,
Kenapa banyak orang,
tak bisa hidup tanpanya?

Comments

  1. Menurutku egois itu perlu tapi lihat dulu konteksnya bagaimana....

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

"KATAMU: SAYANG"

FRAGMEN DEBU

"Seperti Ludah yang Kehilangan Rasa"