"KATAMU: SAYANG"
Katamu: sayang.
Aneh,
mengapa setelah itu
aku belajar membedakan
air mata dan darah.
Kupikir kasih
adalah tempat pulang.
Ternyata,
ada rumah
yang membuat penghuninya
berjalan tanpa suara.
Aku sempat menutup semua jendela
membiarkan dunia
kehabisan jalan masuk.
Tapi manusia
tidak dibuat untuk sepi.
Aku tetap membuka sedikit celah,
meski tahu
angin kadang datang
hanya untuk merusak

Lalu ketika aku jatuh,
kau berdiri cukup jauh
untuk melihat
dan cukup dekat
untuk tidak menolong.
Hari itu
aku tidak mati,
Aku hanya berhenti
menunggu,
Dan sejak itu
aku belajar:
pergi
juga bentuk lain
dari menyelamatkan diri.
"sakit menunggu Atau sakit melepaskan?"

Sakit melepaskan atau sakit menunggu? Keduanya punya porsi sakit yang berbeda, tapi terkadang yang menjadi pemenangnya adalah melepaskan.
ReplyDeletemelepaskan terkadang jauh menenangkan
ReplyDeleteThis comment has been removed by the author.
ReplyDeleteSakit menunggu aku belum pernah merasakan. Sakit melepaskan juga aku tidak merasakan. Karena mengharapkan sesuatu yang tidak ada gunanya dihidupku untuk apa dipertahankan?
ReplyDelete